Esports

Marsha Ungkap Dream Team & Peluang GPX di MPL S8!

Fikri Fuaddy
06/04/2021 10:16 WIB
Marsha Ungkap Dream Team & Peluang GPX di MPL S8!
Source: YouTube Jonathan Liandi

Musim ketujuh MPL Indonesia masih berlangsung di babak regular season. Namun, kabar mengenai keseruan musim kedelapan liga MLBB terbesar di Indonesia itupun telah mulai mencuat. Salah satunya, keikutsertaan salah satu tim paling fenomenal yang akan dibentuk oleh Oura, Marsha dan Donkey. Yaitu Geng Kapax (GPX).

Dalam Empetalk di Channel YouTube Jonathan Liandi pada Senin, 5 April, salah satu pendiri GPX, Steven Kurniawan alias Marsha, mengungkapkan peluang timnya akan membeli slot untuk ikut serta di MPL Indonesia Season 8 nanti hanya sekitar 45 persen. Menurutnya, kecilnya peluang tersebut dikarenakan sulitnya mengatur jadwal diantara ketiga pendiri GPX untuk melakukan meeting bersama pihak terkait.

Source: Empetalk Jonathan Liandi

Jadi kayak mau meeting sama satu orang nih misalnya, sama jo. Itu tuh harus sesuaiin bener-bener empat orang, jadwal empat orang jadi satu. Jadi kayak susah banget meeting sebulan sekali jadi ngulur-ngulur. Makanya persentase dari gua 45 persen,” ungkap Marsha saat ditanya Jonathan Liandi terkait kesiapan GPX untuk MPL ID S8.

Menurut Marsha, GPX sendiri akan memiliki konsep sebagai tim yang fun, lebih mengutamakan entertainment atau menghibur. Namun, juga memfokuskan tim untuk berkompetisi di turnamen-turnamen besar seperti MPL. Kesulitan mencari orang-orang yang dipercaya sebagai player dan di balik layar nantinya menjadi kendala tersendiri bagi Marsha dan rekan-rekannya.

Selanjutnya, Jonathan pun menanyakan tentang dream team yang diinginkan Marsha untuk membela GPX nanti. Siapa saja mereka? Simak ulasan berikut!

Sanz (Jungler)

Pemain jungler Onic Esports, Sanz, menjadi pemain pertama dari Marsha untuk membela GPX. Memahami pola farming meskipun dalam keadaan tertekan, menjadi alasannya untuk melirik Sanz sebagai pemain jungler incaran.

Sanz itu udah tahu pattern farming. Jadi walaupun posisi tertekan atau nggak, dia udah pasti mengamani gold dia sebagai core. Gua nggak tau mekanik war nya atau apa, cuman yang jelas gua liat dia kalau war berani, habis itu goldnya cukup dan dia tau perhitungan. Itu tinggal tergantung support dan tanknya aja,” kata Marsha.

Lemon (Support)

Menurutnya, saat ini pemain support harus bisa menjadi playmaker dalam game untuk memblock pergerakan musuh dan memiliki perhitungan yang baik seperti seorang Lemon.

Menurut gua support sekarang udah harus outplay. Harus tau perhitungan dimana, towernya itu masih bisa ngedef mid, gold dia cukup, terus dia roam dapat keuntungan bisa balik lagi. Kayak outplay lah, kalau dia bisa ganggu tank musuh, bisa ganggu buff lawan, play maker sekarang itu support,” ujarnya.

Leo Murphy (Tank)

Kemampuan Murphy yang bisa mengkondisikan dan melakukan set up war yang bagus menjadi daya tarik tersendiri bagi mantan player Tank Louvre tersebut. “Tank kan beda-beda jo, kalau misalnya maju, maju banget. Habis itu, nge-protect, protect banget. Kalau Murphy tu kayak bisa ngikutin, bisa mundur, bisa maju-mundurlah, keluar masuknya tau banget. Terus heronya juga luas,” ungkapnya.

Xinn (Gold Laner)

Memiliki tipe bermain yang bar-bar membuat seorang Marsha merasa, Xinn cocok bermain di area gold lane dengan insting bertarungnya yang tinggi. “Kalau gua di tim Xinn ya, lu tinggal war deket dia aja deh pasti dia datang. Kalau lu war jauh dari Xinn, dia pasti kayak ambil apa yang ada. Jadi kayak inovasinya banyak lah,” ungkapnya.

Ahmad (Exp Laner)

Menurutnya, seorang Ahmad yang berani dengan kemampuan heronya yang luas, bisa memainkan hero seperti Esmeralda, Tamuz dan Yuzhong nantinya. Sekaligus diharapkan bisa menjadi seorang yang dipercaya menjadi shotcaller untuk mengarahkan berlangsungnya gameplay mereka.

Itulah dreamteam yang diinginkan Marsha untuk membela GPX di MPL Indonesia nantinya. Selain lima nama tersebut, terdapat satu orang cadangan yang juga diinginkannya untuk memperkuat GPX, yaitu Luminaire dengan kemampuan komunikasinya yang bagus.

Dengan line up tersebut, Marsha meyakini kemungkinan timnya akan menjadi juara sebesar 60 persen di MPL nanti. Bagaimana pendapat Sobat Esports? Siapa saja line up terbaik untuk GPX di MPL menurut kamu?