Yamaha

Belajar Dari Mobazane! Tiga Cara BTK Kalahkan Timnas MLBB Filipina

Billy Rifki
08/06/2022 12:00 WIB
Belajar Dari Mobazane! Tiga Cara BTK Kalahkan Timnas MLBB Filipina
youtube

Meski gagal lolos ke playoffs MPL Season 9 Filipina, Blacklist International masih menoreh prestasi di SEA Games 2021 nomor MLBB. Wise dan v33nus yang turun gunung membela timnas Filipina berhasil membuat tim Indonesia bertekuk lutut di grand final.

Kemenangan Filipina atas Indonesia di final SEA Games seakan menunjukan kalau tim Filipina masih punya meta dan strategi yang lebih superior dari Indonesia.

PT Media Esports Indonesia

Namun, pada ajang showmatch sebelum final Realme Mobile Legends Cup alias RMC Season 6, Timnas MLBB Filipina dibuat menyerah oleh BTK (BloodThirstyKings).

BTK adalah tim asal Amerika Utara yang sukses mencuri perhatian publik MLBB pada M3 lalu. BTK jadi tim yang menurunkan Blacklist International ke lower bracket pada ajang tersebut.

Pengalaman sang Jungler, Mobazane tinggal sesaat di Filipina sepertinya membuat BTK tahu taktik yang tepat membaca gameplay tim sana.

Walau Blacklist bukanlah perwakilan Filipina di MSC 2022 mendatang, namun ada pola yang bisa dipelajari agar tim Indonesia bisa unggul saat bertemu sang rival abadi.

1. Drafting: Berbagi Hero Andalan

Analisa pertama dimulai dengan drafting dari BTK. Mereka mengetahui pola komposisi hero yang kerap dipakai Blacklist International.

Hero seperti Beatrix, Esmerala, Baxia, Yve, Cecilion, Yve sampai Xavier adalah beberapa opsi wajib yang kerap dipilih BLCK, termasuk juga tim Filipina di MSC 2022 yakni RSG PH dan Smart Omega.

Alih-alih melakukan banned pada sebagian hero tersebut, BTK berani melakukan trade atau saling membagi hero-hero andalan. Sebagai contoh, di game pertama BTK membiarkan BLCK memainkan Beatrix dan Cecilion, namun mereka mengamankan Yve, Esmeralda dan Baxia.

Walau Mobazane dan kawan-kawan kalah di game pertama, namun early game BTK sangat kuat. Bahkan, BLCK baru bisa merobohkan turret di menit ke-10.

Di game kedua, pola yang sama kembali dilakukan BTK. Mereka memberikan Beatrix dan Esmeralda namun mendapatkan Xavier.

Mereka memastikan Cecilion jadi satu-satunya mage midlane yang bisa digunakan oleh BLCK karena Valentina dan Yve masuk giliran banned. Di game ini, Xavier BTK sukses menyamakan kedudukan.

BTK seakan tak segan mengambil resiko, memberi lawan hero-hero terbaiknya. Asalkan mereka punya tandingan yang sepadan.

2. Gameplay: Adu Gaya Main Lawan

Istilah "lawan terberat adalah diri sendiri" sepertinya jadi moto yang digunakan BTK saat melawan Blacklist. Meta UBE yang dipopularkan Blacklist ternyata jadi momok juga saat dipakai lawan.

BTK memakai taktik ini sejak game pertama. Dimulai dari variasi roamer mereka yang identik dengan meta andalan Blacklist. Hero macam Mathilda, Rafaela sampai Chou memberikan banyak manfaat untuk snowball, mulai dari movement speed, heal, back up dan shield.

Meta UBE terkenal objective oriented, atau dengan kata lain BLCK berusaha secepat mungkin unggul di mid game lalu berkumpul untuk kontes turret atau Lord.

BTK menyadari hal ini dan terus membuat distraksi guna mendapatkan objektif lebih penting. Misalnya menukar hero atau turret demi ruang membunuh Lord.

Hal penting lainnya yang dilakukan BTK adalah memiliki match up hero yang sepadan di tiap lane. Kunci rotasi meta UBE ada di trio midlane, sehingga kedua sidelane difokuskan untuk push atau mengontrol tempo minion.

Maka dari itu, hero seperti Esmeralda dan Uranus jadi favorit tim Filipina karena laning yang kuat dan rotasi yang cepat, sementara Beatrix dan Wanwan ditugaskan hanya untuk farming dan melumat turret.

Dengan memakai playstyle dan drafting mirip Blacklist International, BTK berhasil memberikan perlawanan sengit bahkan menang di laga showmatch ini.

3. Menyimpan Kejutan

BTK tak selamanya meniru Blacklist, mereka juga punya meta atau strategi kejutan sendiri di laga ini, contohnya Thamuz Jungler.

Thamuz sempat jadi opsi jungler saat hero fighter populer menjadi core. Namun, dengan buff baru yang diterima Thamuz, hero barbar ini jadi alternatif jungler yang mengerikan.

BTK juga mempertontonkan Julian midlane untuk melawan Cecilion Hadji. Unggul dalam movement dan cooldown skill, Hadji dibuat kurang manfaat dengan pick tak terduga ala BTK. Ketika tiba giliran BLCK mencoba Thamuz jungler, BTK punya senjata rahasia lain yakni Lunox midlane untuk burst hero berdarah tebal.

Tentu, bisa saja muncul argumen kalau timnas Filipina di laga ini hanya separuh kekuatan karena ketiadaan Wise dan V33nus. Namun, overall gameplay yang ditunjukan BLCK di showmatch RMC S6 tak jauh beda seperti yang mereka lakukan di final SEA Games 2021 lalu.

Mayoritas tim Filipina punya pola main yang kurang lebih sama. Yang membedakan cuma preferensi pemain dalam pemilihan hero. Misalnya RSG PH cukup sering memakai jungler assassin seperti Fanny atau Benedetta, sementara Smart Omega cukup konsisten dengan meta jungler tank seperti Blacklist International.

Ketiga tim tersebut juga berbagi hero pool sama yang sering digunakan di MPL PH. Beberapa diantaranya adalah Karina, Baxia, Franco, Chou, Wanwan dan Yve.

Tim Indonesia di MSC 2022 yakni RRQ Hoshi dan ONIC pastinya punya gameplay sendiri dan tak bisa juga dipaksakan untuk meniru apa yang BTK lakukan. Namun, ada beberapa pelajaran yang bisa dicontoh agar rekor kekalahan Indonesia atas Filipina bisa terputus di MSC 2022.

Menurut sobat Esports, apa sih cara terbaik melawan gameplay tim Filipina?