Yamaha Desember

Sutsujin Lebih Cocok di MPL Ketimbang Ferxiic, Ini Alasannya!

Dandesignlab
24/08/2022 13:00 WIB
Sutsujin Lebih Cocok di MPL Ketimbang Ferxiic, Ini Alasannya!
YouTube

Pertukaran dua pemain MDL & MPL dari EVOS Esports sempat menjadi trending di kancah MLBB Indonesia. Pemain bintang Legends yaitu Ferxiic & Bajan yang diturunkan ke MDL sempat menuai banyak kritik pedas dan pertanyaan besar lantaran terdegradasi secara mengejutkan pasca regular season pekan pertama MPL usai.

Keputusan yang dibuat oleh organisasi tampaknya cukup masuk akal seperti yang diungkap coach Age bahwasanya mereka membutuhkan pemain yang lebih disiplin layaknya Tazz DD ketika juara di MDL. 

Article Banner IESF

Ferxiic Agresif dan Liar, Tapi Kurang Seimbang

Secara singkat, Ferxiic memiliki playstyle yang jauh lebih agresif dan liar ketimbang Sutsujin atau Tazz yang memiliki tingkat kesabaran lebih proper di pertandingan. Keagresifan tersebut dapat terlihat pada match pertama EVOS Legends di regular season MPL ID S10 ketika melawan Bigetron Alpha dimana Ferxiic berhasil mendapatkan kill yang banyak beserta Maniac menggunakan Julian.

Meskipun statistik pasca-pertandingan mengungkap bahwa kill participation Ferxiic lebih penuh sekitar 91% dan sangat aktif di setiap war, justru hal tersebutlah yang tampaknya dimaksud oleh coach Age mengenai kedisiplinan. 

Keagresifan Ferxiic yang selalu liar di setiap war bisa menyebabkan blunder atau ter-wiped out jika dirinya berada di luar kontrol tim. 

Sutsujin, Keseimbangan Tim Adalah Prioritas

Secara singkat, performa Sutsujin memiliki data yang berlawanan dengan Ferxiic pada debut awal keduanya di MPL musim ini. Jika Ferxiic memiliki keaktifan dalam war dan kill participation yang penuh, namun Sutsujin lebih memiliki angka yang pas disekitar ±50% dimana hal tersebut dapat membuat tim lebih seimbang dan sinergi berdasarkan gameplay.

Dengan kesabaran dan kepercayaan diri yang ia miliki, Sutsujin dapat menahan dirinya dan memperhitungkan waktu yang tepat untuk kapan ia harus memasuki war atau mendapatkan kill. Dan tentunya, playstyle yang cenderung disiplin dan menunggu timing tersebut lah yang membuat Sutsujin lebih dipertimbangkan oleh organisasi untuk dimainkan di MPL.

Sutsujin tercatat berhasil memberi kesempatan bagi para rekan-rekannya bersinar berdasarkan peran masing-masing tanpa harus berusaha menjadi dominan didalam tim. 

Di sisi lain, Sutsujin juga memiliki hero andalan dan power yang serupa seperti Ferxiic di Land of Dawn. Yang menjadi pembeda hanyalah tingkat kedisiplinan, hero pool, dan kepercayaan dirinya dalam menentukan keputusan. 

Menarik untuk melihat debut Sutsujin selanjutnya yang kemungkinan akan kembali mengejutkan para penggemar di panggung MPL atas performanya. EVOS Legends akan berhadapan dengan ONIC Esports di hari pertama pekan ketiga, beserta akan terdapat pertempuran El Clasico antara EVOS vs. RRQ di keesokan harinya.