Tandatangani Kontrak Senilai 2,9 T, TSM Ubah Nama Jadi TSM FTX

faizalkamill
06/06/2021 14:20 WIB
Tandatangani Kontrak Senilai 2,9 T, TSM Ubah Nama Jadi TSM FTX
TSM FTX

Salah satu organisasi esports terbesar di dunia, Team SoloMid atau biasa dikenal dengan TSM kini resmi berubah menjadi TSM FTX di seluruh divisi esportsnya. TSM telah menandatangani sebuah kontrak senilai $ 210 juta USD atau sekitar 2,9 triliun Rupiah untuk perjanjian hak penamaan dengan perusahaan FTX, sebuah perusahaan penukaran cryptocurrency asal Hong Kong. Pembayaran akan dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun. TSM akan mendapatkan uang sebesar $ 21 juta USD setiap tahunnya.

Diberitakan bahwa bahwa dana yang diterima dari kontrak ini akan digunakan untuk mengembangkan organisasi secara global dengan fokus di wilayah-wilayah seperti Asia, Eropa, dan Amerika Selatan. TSM juga berencana untuk berinvestasi di mobile gaming dan platform lainnya.

Yamisok Nobar

“Kontrak ini memberikan kita pijakan kuat untuk benar-benar berkembang sebagai brand global,” ucap Andy Dinh selaku CEO TSM. “Kami ingin benar-benar menjadi tim esports global. Kami harus berinvestasi untuk memiliki basis di banyak tempat.”

Perjanjian sponsor ini merupakan salah satu yang terbesar diantara tim esports lainnya. Perusahaan-perusahaan digital lainnya pun kini mulai masuk sebagai sponsor tim esports contohnya Dignitas yang bekerjasama dengan bank digital QNTMPAY.

“Memilih industri besar dan kemudian mengembangkannya di era digital, ini seperti esports dengan olahraga tradisional, dan seperti halnya crypto terhadap investasi dan industri keuangan konvensional,” ucap CEO FTX Sam Bankman-Fried kepada New York Times.

Pada tahun 2020 menurut Forbes organisasi TSM memiliki valuasi sebesar $ 410 juta USD dan kini dengan kontrak yang sudah terjadi, TSM bisa dikatakan sebagai tim esports terbesar di Amerika Serikat atau bahkan dunia secara valuasi perusahaan.

Sebagai sponsor, FTX menjalankan 2 perusahaan penukaran crypto. Salah satunya adalah FTX.US yang telah memperdagangkan lebih dari $6 triliun USD dalam kurun waktu 30 hari kebelakang. Mereka memperjual belikan koin-koin seperti Ethereum, Bitcoin, dan Dogecoin.

Namun dilansir dari dotesports ternyata penggantian nama ini tidak akan berlaku kepada divisi game buatan Riot Games. Riot mengatakan bahwa perjanjian sponsor tersebut tidak menyalahi aturan namun menurut peraturan mereka, industri penukaran crypto termasuk ke dalam kategori sponsor yang mendapatkan pelarangan untuk ditampilkan, bersama dengan industri lain seperti produk alkohol, pornografi, dan perjudian.

Oleh karena itu, TSM tidak boleh mencantumkan nama FTX di jersey divisi LoL dan Valorant mereka. Meski begitu, TSM masih bisa menggunakan nama barunya di cabang game lain seperti Fortnite, Apex, PUBG, dll. Bagaimana pendapatmu Sobat Esports?