GoPay Campaign

Pendapat Shroud Soal Redupnya Scene CS:GO NA, Penyebabnya?

Billy Rifki
19/10/2020 15:45 WIB
Pendapat Shroud Soal Redupnya Scene CS:GO NA,  Penyebabnya?
vpesports

Michael "Shroud" Grzesiek mungkin bakal memicu sensasi dari statement terbarunya. Dalam pandangan streamer game shooter populer tersebut, ia mengatakan kalau scene CS:GO mulai sekarat alias dead game. Wah kok bisa?

Mantan pemain tim CS Cloud9 tersebut menjelaskan situasi yang ia rasakan di scene CS:GO di Amerika Utara. Apalagi belum lama tim 100 Thieves mengumumkan mundur dari kompetitif akibat kesulitan mengikuti turnamen. 

Salah satunya efek dari pandemi COVID-19 berkepanjangan membuat fokus kompetisi berpusat ke Eropa. Namun, tim dari Amerika belum bisa melakukan perjalanan untuk mengikuti event LAN. Shroud pun memberi contoh kalau tak banyak lagi pesaing dari Amerika yang masih bertahan hari ini.

"Cuma ada sedikit tim dari Amerika Utara saat ini. Tim NA secara keseluruhan tidaklah populer sama sekali. Kalian punya Evil Geniuses, CompLexity, Liquid, sudah itu saja. Sisanya ya tim Eropa" ucap pemuda 26 tahun tersebut.

Ia menyoroti spesifik dengan ekosistem CS:GO di Amerika Utara yang memprihatinkan. Selain faktor pandemi, munculnya game lain membuat jumlah pemain menurun. Valorant misalnya yang belakangan mulai digemari sebagai sarana hiburan maupun kompetisi terbaru. Adapun Shroud sendiri beralih ke game macam PUBG, Call of Duty, Fortnite dan lainnya.

"NA sih uda mati kalau di CS. Dan menurut pendapatku, ini adalah kehilangan besar untuk komunitas. Karena aku rasa mereka membawa begitu banyak hype, begitu banyak semangat dalam game dan scene, jadi untuk kehilangan seperti itu sangat disayangkan" dikutip dari vpesports.

Tak hanya itu, Shroud juga menyinggung pola pikir pemain NA "Yang NA inginkan hanyalah menang, bahkan dalam latiha, dan itu tidak akan menghasilkan apa-apa". Menurut Shroud hal ini membuat tim-tim tersebut tak lagi punya ruang untuk berkembang ataupun menyusun strategi baru. 

Satu lagi yang membuat Shroud bingung adalah, meski scene CS:GO sedang terdampak berat, ia mengaku heran mengapa pemain profesionalnya masih mendulang pendapatan besar sampai $40.000 USD atau sekitar 589 juta Rupiah per bulan.

Shroud tak mengerti darimana uang tersebut bisa didapatkan kalau merunut pada situasi turnamen CS:GO yang tersendat oleh banyak faktor.

Menurut sobat Esports, apakah persoalan yang sama juga terjadi dengan scene CS:GO di Indonesia dan Asia?