PT. Adidaya - Taiwan Excellence

Belajar Dari Tuturu Raih Titel Supreme Dengan Hero Non-Meta

Billy Rifki
05/06/2020 14:26 WIB
Belajar Dari Tuturu Raih Titel Supreme Dengan Hero Non-Meta
mobile legends

Kalau kemarin kita melihat prestasi R7 mengoleksi 12 titel supreme, ada satu pemain veteran RRQ Hoshi yang tak mau ketinggalan gengsi. Ia adalah Tuturu atau saat ini memakai in-game name dq. Tuturu mungkin jarang tampil di MPL S5 akibat isu cidera, namun bukan berarti skill legenda marksman tanah air ini berkurang.

Tuturu kini mulai aktif membuat konten sebagai streamer Mobile Legends. Ia punya misi untuk menjadi top global Layla dan ambisi itu telah tercapai. Nah, buat kalian yang mau juga jadi top global atau minimal punya satu titel supreme, bisa belajar dari Tuturu. Caranya? Pakai hero non-meta yang jarang digunakan orang.

Indonesia Gaming Award

Kenapa harus hero non-meta? Pertama, hero ini tidak menarik, skillnya dianggap tidak mematikan dan kerap diremehkan lawan. Sehingga besar kemungkinan pahlawan terpinggirkan ini lolos dari prioritas ban.

Memang, jauh lebih keren kalau kamu berusaha menjadi top global Gusion, Kimmy atau Fanny, tapi hal tersebut tidaklah mudah. Selain banyak orang yang bersaing di titel tersebut, poin atau power untuk menuju kesana sangat tinggi.

Bila dibandingkan dengan hero non-meta seperti Layla, kamu cuma perlu power sebesar 3405 untuk menyamai Tuturu. Lain hal kalau kamu ingin jadi Granger terbaik, maka usahamu harus lebih keras karena perlu mengumpulkan power sampai 3763  poin untuk mengimbangi pemegang leaderboard saat ini.

Masih banyak hero non-meta yang bisa kamu patenkan untuk jadi kebanggan di Land of Dawn. Kelas marksman misalnya, kamu bisa pertimbangkan Miya, Yi Sun-Shin atau Clint. Kalau jiwamu fighter, beranikan diri memakai Balmond, Sun, Zilong, Minsitthar, Hilda atau Lapu-lapu. Bila tak kebagian role tersebut, ya mengalah saja dan memilih mage support macam Vexanna, Cyclops atau Eudora, yang penting kamu punya titel supreme.

Toh, tidak perlu waktu banyak untuk mencapai posisi tersebut. Syaratnya hanya sering menang dan mengantongi win rate tinggi. R7 saja tidak sampai ribuan match untuk jadi top global Chou, atau Tuturu yang hanya membutuhkan 392 match dengan win rate 80,4% untuk jadi top leaderboard Layla.

Belajar dari Tuturu, apakah kalian tertarik punya titel top global?