PT. Adidaya - Taiwan Excellence

Hayabusa & 4 Hero Ini Catat Win Rate Terburuk di MPL Season 6

Billy Rifki
15/09/2020 12:37 WIB
Hayabusa & 4 Hero Ini Catat Win Rate Terburuk di MPL Season 6
MPL Indonesia

Jadi andalan di public match tak serta merta membuat semua hero bisa bawa kemenangan, khususnya di kancah MPL Season 6. Selalu ada aroma sial kalau tim peserta memilih jagoan yang kebetulan kantongi win rate buruk, seperti 5 hero berikut ini!

5 HERO DENGAN WIN RATE TERBURUK DI MPL SEASON 6

Indonesia Gaming Award

HAYABUSA 

Berdasarkan statistik hero di MPL Indonesia, Hayabusa adalah salah satu hyper carry paling ampas dengan 14% win rate dari 7 kali pick di MPL Season 6. Sang ninja yang sejatinya sangat mengerikan tak mampu mengubah reputasinya jadi kemenangan untuk hampir semua tim yang berusaha memilihnya di Land of Dawn.

Ada beberapa alasan Hayabusa kurang efektif. Pertama, Hayabusa sulit mengincar sidelane musuh karena kebanyakan tim memilih hero jalur samping yang kuat, berdaya tahan tinggi dan hanya fokus potong minion lalu membantu war.

Haya jadi tak punya kesempatan untuk mencari kesempatan solo kill karena musuh selalu berdempet, mengurangi efektifitas Shadow Kill. Kedua, melihat dari comfort pick di MPL Season 6 yang banyak memakai YSS atau Roger sebagai andalan, Haya di rasa kurang sepadan dengan kedua hero tersebut karena damage yang diberikan terlalu bergantung pada ultimatenya. Hayabusha tak bisa pukul-pukulan dan terlalu mengandalkan mekanik untuk berpindah-pindah tempat, atau dengan kata lain lebih melelahkan untuk dimainkan dalam jangka panjang.

DIGGIE

Meta nyeleneh yang terinspirasi dari permainan Aura PH terbukti kurang berhasil diterapkan di Indonesia. Tim-tim MPL Indonesia ternyata telah menyiapkan penangkal meta ini dan sejauh 5 pekan berjalan, Diggie Feeder baru menorehkan satu kemenangan dari sekitar 5 laga yang telah ia mainkan.

Banyak tim yang juga lebih memilih untuk ban Diggie semenjak format 5 ban diterapkan karena hero ini merusak permainan dan pertandingan jadi tak menarik. Melihat efektifitas Diggie yang tak bagus-bagus amat, sepertinya lebih banyak tim yang mempertimbangkan hero lain untuk jadi andalan mereka.

POPOL & KUPA

Jadi salah satu marksman yang disegani karena peran barunya, Popol & Kupa ternyata tak mengagumkan di MPL Season 6. Dari 21 kali pick, ia cuma memiliki win rate 43%. Artinya, tim MPL tahu cara bermanuver ketika lawan memiliki marksman satu ini dan meminimalisir kemampuan pushnya yang tinggi.

Terutama dengan pemilihan hero mage support berdaya ledak besar yang bisa menghabisi nyawa Kupa dengan cepat. Apalagi kehadiran tank seperti Baxia dan Hilda ternyata cukup mereportkan karena mereka kerap menyerahkan diri untuk terkena trap Popol yang biasanya berfungsi sebagai vision tambahan.

KAGURA

Mage yang identik dengan nama Lemon punya peran baru sebagai support. Kemampuan poke jarak jauh, lincah dan berdamage tinggi jadi alasan Kagura cukup sering dipilih. Namun, efek Kagura di MPL 6 sejauh ini cuma menyumbang winrate 33% saja.

Ia tak seganas top 4 support MPL seperti Chang'e, Pharsa, Selena dan Cecilion yang punya lebih banyak fungsi seperti pemberi vision, pencuri buff musuh maupun burst area berdamage tinggi dengan radius luas.

Memainkan Kagura pun butuh mekanik dan pemahaman mikro yang baik, karena dibanding keempat hero di atas, Kagura sedikit lebih susah. Sayangnya, tingkat kesulitan hero ini tak sebanding dengan rasio kemenangan yang diharapkan.

THAMUZ

Memang sulit mendapatkan hero sidelane overpower seperti Uranus, Yu Zhong atau Esmeralda karena terus diincar jadi sasaran ban. Alhasil, Thamuz yang dipercaya untuk sekedar menjaga lane dan clear wave meski secara utlilitas hero ini tak sebaik ketiga hero sidelane di atas.

Apa daya, jadi opsi terakhir membuat Thamuz cuma kantongi 30% win rate dari 20 kali pick. Apalagi, sejatinya meta saat ini sangat tak ideal untuk Thamuz karena banyak tim memiliki amunisi mage berdamage tinggi, crowd control mumpuni dikombinasikan dengan anti-regen sehingga sustain Thamuz jadi tak maksimal.

Dalam war pun, Thamuz kesulitan karena mengincar hyper carry lincah butuh setidaknya satu disable dan Thamuz hanya bisa memberikan DPS berefek slow, sehingga mudah dipermainkan hero lain. Meski begitu, tidak banyak hero offlane lain yang bisa menunaikan tugas lane control sebaik Thamuz, sehingga ia bakal terus kita lihat di pekan-pekan selanjutnya MPL Season 6.

Siapa menurut kalian hero yang paling berdampak buruk di MPL Season 6?