LA Bolds Main

Menpora: Kurikulum Esports dan Kucuran Dana 50 Milyar

Rendy Lim
29/01/2019 14:17 WIB
Menpora: Kurikulum Esports dan Kucuran Dana 50 Milyar
Kurikulum Esports di Sekolah

Kehadiran Piala Presiden Esports 2019 merupakan langkah konkrit pertama dan bukti nyata pemerintah mendukung perkembangan scene esports di Indonesia. Meskipun hanya mempertandingkan satu gim yakni Mobile Legends, namun bersabar saja karena pemerintah ada rencana jangka panjang khusus untuk esports!

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mencetuskan keinginannya untuk memasukkan esports ke dalam kurikulum formal sekolah. Banyaknya penggiat esports dalam kalangan pelajar Indonesia membuat mereka berpotensi besar menjadi atlet yang berprestasi jika diberikan fasilitas serta dukungan yang tepat. 

Demi mewujudkan hadirnya kurikulum esports dalam pendidikan formal di Indonesia harus ada pemahaman dan kesepakatan dari lembaga maupun kementrian yang terkait. Oleh karena itu, Menpora juga mengajak kerjasama dengan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Kemenpora mengungkapkan bahwa mereka juga telah mempersiapkan anggaran 50 milyar untuk mendanai langkah tersebut. Rencananya, dana tersebut akan dialokasikan untuk 'sesuatu' yang menarik dan terbuka untuk level-level sekolah. Mungkinkah turnamen esports?

Kemungkinan besar dana tersebut akan cair setelah rampungnya penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2019, yang berlangsung dari bulan Januari hingga Maret mendatang. 

Terkait masalah peraturan sekolah tentang izin bermain gim, Imam mengatakan akan meminta Ristekdikti dan Kepala Sekolah untuk membuka jalan dan memberikan kelonggaran bagi pelajar yang memang berniat dan fokus dalam scene esports ini.

Senada dengan Menpora, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara juga memberikan dukungannya terhadap perkembangan esports di Indonesia. Dirinya mengatakan bahwa seiring dengan selesainya proyek Palapa Ring Paket Timur di kuartal kedua 2019, masyarakat Indonesia di 514 kabupaten dapat bermain game tanpa lemot

Bagaimana pendapat sobat esports, kira-kira seperti apa ya kurikulum esports di Indonesia nantinya?