Esports.ID

Jenis-jenis Cedera Esports Paling Berbahaya & Cara Mencegahnya

Billy Rifki
07/02/2020 17:16 WIB
Jenis-jenis Cedera Esports Paling Berbahaya & Cara Mencegahnya
ispo.com

Rasanya sudah ketinggalan jaman memperdebatkan kalau esports itu olahraga atau bukan. Banyak kajian yang membuktikan kalau aktifitas satu ini punya beban kerja yang sama beratnya seperti olahragawan.

Bukan berarti pemain esports lebih mudah. Malahan kegiatan ini punya resikonya sendiri seperti cedera dan kelelahan mental yang bisa mendera atlet di usia muda.

ATLET ESPORTS HARUS OLAHRAGA

Berbeda dengan pemain sepakbola atau basket yang bisa tetap fit dan semangat menyentuh umur 30-an, atlet esports cenderung "terkuras" fisik dan mentalnya di usia remaja. Para peneliti kesehatan menyebutkan banyak gamer pro yang menghiraukan pentingnya berolahraga teratur. Padahal, olahraga rutin tidak saja menjaga kesehatan mereka tapi meningkatkan performa lebih optimal.


Cidera Jempol Gamer

Menurut Dr. Thore-Björn Haag, ketua terapi esports dari Theresie Orthopaedic Centre, para atlet esports harus mengintegrasikan latihan fisik seperti olahraga dalam rutinitas latihan game. Lebih baik lagi kalau latihan menyertakan penguatan pada kordinasi antar pemain, ketahanan mental dan penggemblengan stamina.

Adapun hal wajib yang harus diterapkan tim esports kepada atletnya mulai dari pemanasan, istirahat yang cukup disela latihan dan waktu tidur yang pas.

 CEDERA ATLET ESPORTS

Dalam kondisi latihan dan bertanding, atlet esports menghabiskan banyak waktu untuk duduk. Gerakan berulang ini menimbulkan kekakuan pada punggung dan bagian tubuh lain seperti tangan, siku, leher dan tentu saja punggung. Cedera tersebut menghantui banyak atlet terutama yang latihannya tak kenal waktu dan kurang olahraga. Berikut cedera esports yang patut kamu waspadai:

Sindrom Lorong Karpal (Carpal Tunnel) : Cedera yang dialami pada area jempol, telunjuk sampai jari tengah. Biasanya terasa sakit, kesemutan dan kebas diakibatkan urat-urat yang tegang.

- Sindrom Lorong Cubital (Cubital tunnel) : Cedera ini menyerang area kelingking dan jari manis. Urat saraf ini terhubung sampai siku dan leher. Penyebab terbesar cedera ini adalah tekanan dari sandaran tangan seseorang. Bisa juga akibat terlalu sering menekuk siku, persis seperti posisi pemain game PC. Sensasi dari cidera ini adalah nyeri di jari manis dan kelingking.

- Sindrom Sciatica : Cedera ini disebut juga saraf kejepit utamanya dibagian pinggul sampai belakang kaki. 

- Jempol "Gamers" : Istilah cedera yang terjadi di area jempol akibat penggunaan kontroler. Hal ini bisa juga membayangi atlet esports di game mobile.

- Siku/Bahu "Mouse" : Cedera ini disebabkan terlalu sering menggunakan perangkat PC atau mengoperasikannya dengan posisi yang tidak nyaman dalam waktu lama. Gestur tangan yang memegang mouse lama-kelamaan bisa menyebabkan bengkak di area tendon atau urat. Cedera ini lebih banyak menyerang orang yang beraktifitas dengan computer dibanding dengan olahragawan yang mengandalkan siku seperti pemain tenis atau bulutangkis.

- Medial Epicondylitis : Rasa sakit pada siku atau kaki bagian dalam yang disebabkan keseringan menekuk. Hal ini membuat urat mengalami inflamasi atau radang bila dilakukan terus menerus tanpa istirahat yang cukup.

Bahaya lainnya yang membayangi atlet esports atau pemain game hardcore adalah punggung dan leher yang kaku, mata kering dan terkadang pusing akibat menatap layar perangkat terlalu lama.

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Ternyata, kalian cuma perlu memperbaiki pola makan saja loh guys. Nutrisi yang baik membantu mengurangi resiko cedera diatas. Makanan seperti apa yang dimaksud?

Satu, makanan yang mencakup vitamin dan kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi. Tiga menu sayuran dan dua porsi buah-buahan. Sayur bisa disajikan dengan makanan utama atau potongan buah sebagai teman saat latihan.

Kedua, mengganti menu tepung dengan bahan gandum. Selain lebih mengenyangkan, nutrisi dalam gandum lebih banyak.

Ketiga, mengkonsumsi susu atau bahan olahan dari susu seperti yoghurt dan keju setiap harinya. Konsumsi daging disarankan 1 atau dua kali seminggu dan total konsumsi tak lebih dari 600 gram. Direkomendasikan pula menggunakan minyak sayur untuk memasak. Upayakan memasak dengan tingkat kematangan yang tepat dan tekstur yang baik agar nutrisi dalam makanan tidak hilang.

Dan terakhir, perbanyak minum air putih dan hindari minuman kaleng dengan pemanis buatan. Cukup asupan air putuh menghindari konsentrasi yang turun akibat dehidrasi.

Nah, jadi sobat Esports harus rajin olahraga dan makan makanan bergizi kalau ngga mau tubuhnya pada sakit gara-gara main game.

Siapa dari kalian yang ngerasa sudah pada cedera tangannya?