GoPay Campaign

Jadi Langka! Pandemi Corona Bikin Harga Nintendo Switch Melambung

Billy Rifki
01/04/2020 12:06 WIB
Jadi Langka! Pandemi Corona Bikin Harga Nintendo Switch Melambung
inet.detik.com

Kejadian unik terjadi di Amerika Serikat. Bila biasanya publik dipusingkan dengan keberadaan hand sanitizer dan masker yang langka akibat COVID-19, di negeri Paman Sam gamer malah berteriak karena kelangkaan Nintendo Switch.

Sebabnya, kebanyakan produksi Nintendo dibuat di Cina sehingga pasokan sementara terhambat. Meski masih ada beberapa toko yang menjual Nintendo Switch, harganya melambung jauh dari harga normal. Di lansir dari inet.detik.com, analis Niko Partners, Daniel Ahmad berkata kepada CNBC "Ketika melihat konsol game secara spesifik, kami mencatat bahwa 96% dari konsol video game yang diimpor ke AS pada 2018 diproduksi di China," 

Kenaikan yang terjadi bisa $100 bahkan lebih padahal harga normalnya cuma $299 atau 4,8 juta Rupiah. Sebagai contoh, barang Nintendo Switch termurah yang ada di Amazon dilabeli harga $460.

Diakui oleh Nintendo, mereka menyadari kelangkaan ini dan berjanji untuk mendistribusikan barang baru. Termasuk, produksi Nintendo Switch edisi Animal Crossing: New Horizons. Pre-order untuk Nintendo Switch edisi Animal Crossing ini harusnya dibuka di Jepang pada 8 Februari. Namun, jadwal tersebut sepertinya ngaret hingga waktu yang belum ditentukan.

Tentu, berbeda dengan hand sanitizer dan masker yang punya peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh saat situasi Corona. Tidak mungkin kelangkaan Switch diakibatkan oleh para pedagang nakal yang bermaksud menimbun. Meski peluang bisnis hiburan, khususnya video game makin terbuka sejak pemerintah lebih menganjurkan penduduk #dirumahaja dan menjadikan gaming sebagai aktivitas alternatif.

Nintendo Switch jadi salah satu konsol populer belakangan karena ringkas dan bisa dibawa berpergian. Adapun judul-judul yang digemari gamer diantaranya Mario Kart 8, Mortal Kombat 11, The Legend of Zelda, Minecraft dan Stardew Valley.

Apakah Sobat Esports ada juga yang kesulitan mencari Switch di Indonesia?