Eksibisi PON Esports

T1 Gagal Bertahan di Upper Bracket TI10, PSG.LGD Terlalu Kuat!

Billy Rifki
13/10/2021 23:39 WIB
T1 Gagal Bertahan di Upper Bracket TI10, PSG.LGD Terlalu Kuat!
youtube, twitter

Pertemuan T1 dengan "raja terakhir" PSG.LGD di upper bracket The International 10 DOTA 2 tak berakhir seperti harapan fans. Tim asal Korea yang diperkuat dua pemain Indonesia, Xepher dan Whitemon itu belum mampu mengalahkan PSG.LGD. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor kekalahan mereka dari empat pertemuan di berbagai ajang sebelumnya menjadi 5 kali kalah.

PSG.LGD memang jadi salah satu unggulan juara melihat dari performa dan materi pemain bintang yang ada pada timnya. Gameplay mereka terbukti terlalu kuat meski T1 mampu mengimbangi di game kedua. PSG.LGD menutup pertarungan dengan dominasi total di game ketiga, tak membiarkan pemain T1 mengembangkan permainan.

Yamisok Nobar

REVIEW PERTANDINGAN

T1 masih setia dengan permainan tempo lambat mereka. Mencoba mengumpulkan farm guna mengadu kekuatan carry secara mekanik di late game. Namun, PSG.LGD tampak sudah hapal dengan gaya T1. Memakai dua hero initiator berdarah tebal yakni Dragon Knight dan Magnus, T1 tak bisa melawan balik serangan dari PSG.LGD di game pertama

Meski ide dari draft Kuku cukup baik yakni memberikan Immune dari Legion Commander dan Time Lapse Aghanim dari Weaver untuk survivability 23savage, sayangnya level dan item yang diperlukan hero T1 tak tercapai tepat waktu.

Di game dua, T1 mendapat beberapa hero terbaik mereka seperti Doom, Lion dan Medusa. Kuku juga berhasil mencuri Magnus dari genggaman PSG.LGD. Dengan meta unik Dawnbreaker support 4, T1 berhasil mencegah upaya split push dari PSG.LGD dan memaksa lawan untuk terus melakukan teamfight. 

Pertarungan di game dua begitu sengit dan alot, sampai terjadi 10 kali buyback yang melibatkan semua pemain demi memenangkan teamfight. Pada akhirnya, T1 telah unggul terlalu jauh dan Medusa 23savage jadi monster tak terhentikan. Inisiasi Magnus Kuku juga patut diacungi jempol karena selalu sipa dengan serangan-serangan mengejutkan.

Di game tiga, PSG.LGD memanfaatkan sustain dan mobilitas hero mereka yang cepat untuk melakukan gank terus menerus. Kehadiran Ember Spirit dan IO menyulitkan T1 saat laning sehingga proses farming mereka agak kacau. Ember Spirit dari Nothingtosay bahkan mencatat 7 kill dalam waktu 15 menit pertandingan.

Strategi kombo Storm Spirit dan Aghanim Scepter dari Specter tak berjalan sesuai rencana, lagi-lagi karena intensitas agresi PSG.LGD yang terlalu tinggi. T1 pun harus merelakan slot mereka di upper bracket menghilang setelah bertahan 37 menit.

Di lower bracket, T1 akan menghadapi Alliance. Match up ini cukup menguntungkan bagi Xepher dan kawan-kawan mengingat T1 berhasil menang 2-0 atas Alliance di group stage lalu. T1 masih beruntung bisa bertahan di lower bracket, beberapa tim seperti Aster, Undying, Elephant dan beastcoast sudah dipastikan tersingkir dari ajang The International.


Mampukah T1 melaju kembali di lower bracket besok?