Team Spirit Juara The International 10, "Raja Terakhir" Takluk

Billy Rifki
18/10/2021 00:42 WIB
Team Spirit Juara The International 10, "Raja Terakhir" Takluk
twitter

Sengit! Pertarungan grand final The International 10 antara Team Spirit melawan "Raja Terakhir" PSG.LGD berakhir untuk keunggulan sang kuda hitam, 3-2. Team Spirit bukanlah unggulan untuk jadi juara TI10, namun aksi mereka sepanjang main event berhasil merebut hati para penggemar.

Di pihak lain, PSG.LGD justru jadi favorit pertama untuk memenangkan turnamen ini melihat performa mereka yang dominan sepanjang babak group dan main event. Sayangnya, tim powerhouse dari Cina tersebut takluk dengan kejutan-kejutan dari TORONTOTOKYO dan kawan-kawan.

Yamisok Nobar

HIGHLIGHT GRAND FINAL THE INTERNATIONAL 10

Team Spirit sukses melaju ke grand final usai mengalahkan Fnatic, OG, Virtus.pro, Invictus Gaming dan Secret sebelum berhadapan dengan PSG.LGD. Sementara PSG.LGD sudah mendominasi babak group stage dengan rekor 7 kali menang dan sekali imbang. Di main event, PSG.LGD juga nyaman bertahan di upper bracket, menyingkirkan T1, Virtus.pro dan Secret.

Team Spirit sudah menggebrak di dua game awal kontra PSG.LGD. Yatoro kembali menunjukan kelihaiannya bermain berbagai macam carry. Kali ini dengan Naga Siren, Team Spirit sukses meredam mobilitas tinggi hero dari PSG.LGD berkat Song of Siren dan Ensnare.

Di game kedua, Magnus dari Collapse kembali beri kontribusi besar lewat inisiasi mengejutkan, mempermudah rekannya melakukan kill tanpa harus berhadapan langsung dalam perang besar.

PSG.LGD seakan bangkit di game tiga dan empat, enggan membiarkan reputasinya sebagai tim ditakuti hilang begitu saja. Tinker Nothingtosay dan Spectre Ame menunjukan kombo global yang mengerikan, Team Spirit tak mampu mengembangkana permainan mereka meski mendapat Magnus dan Phantom Assassin, salah satu hero terbaik dari Yatoro.

Di game keempat, giliran Faith_Bian menunjukan kebolehan Magnus-nya. Ditambah dengan Fiend Grip dari Bane, beberapa kali mereka berhasil menghabisi Yatoro tanpa bisa dibalas balik. Ame dengan mudah mendaratkan damage besar berkat berbagai stun yang dimiliki komposisi hero PSG.LGD

Di game penentuan, momentum sedang mengarah ke PSG.LGD. Apalagi mereka berhasil mengamankan hero andalan seperti carry Tiny yang dikombo dengan Lycan. Duet ini adalah kombo tak terkalahkan dari PSG.LGD.

Namun, Spirit percaya diri dengan Magnus dan duet support Winter Wyvern dan Bane yang mampu mengunci pergerakan musuh dalam waktu lama. Team Spirit memilih bermain pasif dan memancing PSG.LGD menginisiasi pertama. Taktik ini berjalan efektif karena serangan PSG.LGD bisa dipatahkan dengan mudah dan Spirit perlahan menumpuk keunggulan mereka.

Setelah item-item besar terkumpul untuk Terrorblade Yatoro seperti Eye of Skadi dan Satanic, Spirit berani menggedor markas PSG.LGD yang sudah kehabisan akal.

Hanya butuh 36 menit untuk Spirit memastikan Aegis of Champion jatuh ke pelukan mereka. PSG.LGD menyerah untuk kedua kalinya di final The International. Di tahun 2018, mereka juga tunduk di final oleh OG meski dijagokan menjadi juara.

Selamat untuk Team Spirit berhak membawa pulang $18 juta USD atau sekitar 250 miliar Rupiah serta titel juara The International 10!