Eksibisi PON Esports

Kalahkan Uzi, RNG GALA Cetak Rekor Kill Terbanyak di LoL MSI!

faizalkamill
25/05/2021 16:30 WIB
Kalahkan Uzi, RNG GALA Cetak Rekor Kill Terbanyak di LoL MSI!
RNG GALA/Riot Games

Setelah masa kejayaan Uzi berakhir, terdapat sebuah kekosongan besar di tubuh tim League of Legends Royal Never Give Up. Selain menjadi wajah tim, Uzi juga merupakan pemain dengan tingkat konsistensi tertinggi sehingga tidak aneh jika terdapat perbedaan ketika sang legenda harus meninggalkan tim. Namun setelah menyaksikan turnamen MSI 2021 kemarin, fans RNG bisa sedikit menghela nafas sebab sudah ada penerus Uzi di tim tersebut yaitu GALA.

Sejak bergabung pada akhir tahun 2020, pria bernama Chen Wei ini berhasil tampil menjadi kekuatan baru di kubu RNG. GALA tampil optimal bersama rekan timnya yang rata-rata adalah seorang veteran di League of Legends. Pemain yang baru berusia 20 tahun ini berhasil memimpin total raihan kill di LPL Spring Split 2021 kemarin dengan total jumlah 205 kill dan jumlah torehan di playoff dengan total 97 kill, berdasarkan data dari Oracle’s Elixir.

Yamisok Nobar

RNG GALA/LoL Esports

Kemampuannya untuk menciptakan kill demi kill membuatnya jadi sangat ditakuti di bottom lane. Tidak jarang GALA menjadi incaran prioritas oleh lawan jika mereka ingin menang melawan RNG. Kebiasaannya untuk memimpin jumlah kill ternyata terus berlanjut. Di ajang LoL Mid-Season Invitational kemarin, GALA mengumpulkan 156 kill selama 26 pertandingan. Hasil ini berhasil memecahkan rekor kill terbaru dan menempatkan GALA sebagai peraih kill terbanyak dalam sejarah LoL MSI. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Uzi dengan total 104 kill.

RNG GALA/LoL Esports

Selain berhasil memecahkan rekor bersejarah tersebut, GALA juga dinobatkan sebagai MVP dari grand final LoL MSI antara RNG dan DWG KIA. GALA mengantarkan timnya untuk meraih gelar juara MSI yang kedua kali. Di turnamen MSI 2021 kemarin, GALA memainkan 7 champion yang berbeda dengan Kai’Sa sebagai champion favoritnya.

Kesuksesan GALA sebagai AD Carry juga tidak terlepas dari peran pemain veteran, Ming, sebagai seorang Support. Permainannya yang tajam dan agresif seringkali membuat lawan tidak dapat banyak berkutik. Ini juga dibarengi dengan skill mekanik kelas dunia, Ming dan GALA bisa dikatakan merupakan bottom lane terbaik di League of Legends saat ini.

GALA bisa dikatakan merupakan penerus Uzi terbaik yang ada saat ini. Sebagai penerus Uzi, GALA memikul banyak ekspektasi penggemar di pundaknya di umurnya yang masih sangat muda. GALA masih punya banyak waktu untuk terus mengembangkan kemampuannya. GALA akan kembali menunjukan kemampuannya bersama RNG di turnamen mendatang yaitu LPL Summer 2021. Bagaimana pendapatmu Sobat Esports?