Eksibisi PON Esports

[Analisa Tim MPL S8] ONIC Cari Obat Penyembuh Inkonsistensi

Billy Rifki
13/08/2021 12:04 WIB
[Analisa Tim MPL S8] ONIC Cari Obat Penyembuh Inkonsistensi
esports.id

Hari ini, 13 Agustus jadi momen perdana kick off MPL Season 8. RBG dan Bigetron akan jadi match pembuka yang dimulai pukul 15:00 WIB nanti. Target terdekat 8 tim peserta adalah menang sebanyak-banyaknya, mengamankan playoffs dan mungkin, juara regular season.

Berbicara regular season, ada nama ONIC si Landak Hitam yang menjadi juara regular season MPL S7. Sayang, mereka kerap didera inkonsistensi memasuki babak playoffs. Musim ini, Punggawa ONIC mulai dari Sanz, Kiboy, Drian, CW, Buts dan Maipan harus mencari obat stabilitas agar performa impresif mereka tak sia-sia.

Yamisok Nobar


TANPA PEMAIN BARU, FOKUS CHEMISTRY

ONIC adalah salah satu tim yang tak menambah pemain di season 8 MPL. Wajah para pemain cenderung sama dari musim sebelumnya. Ada keunggulan dan kekurangan dari strategi transfer pemain yang pasif dari ONIC.

Pertama, tentu pemain ONIC harusnya lebih padu karena mereka menghabiskan waktu lebih banyak. Tim inti ONIC juga sudah dimantapkan tanpa banyak keinginan untuk coba-coba maupun adaptasi pemain baru.

Mengirim skuad yang sama seperti musim lalu juga meminimalisir konflik internal yang sepertinya terus mengganggu harmonisasi tim ONIC. Namun, ONIC bisa terbaca oleh musuh kalau terus menggunakan pemain dan strategi yang sama. Apalagi kalau ONIC tak punya gameplay baru atau memakai pola yang sama seperti musim lalu.

Fleksibilitas drafting ONIC juga tak akan banyak mengejutkan karena tim lawan harusnya sudah mewaspadai beberapa hero andalan pemain-pemain ONIC saat ini.

BISA BERSAING MESKI SULIT JADI JUARA

Melihat roster ONIC di MPL S8, memang tim ini masih salah satu yang terbaik dan bertalenta. Namun, bila dibandingkan dengan pesaing lain yang cukup ambisius menguatkan skuadnya, ONIC bisa dibilang tertinggal.

Kualitas roster ONIC yang dipimpin Sanz tak diragukan bisa melenggang sampai playoffs MPL. Namun untuk bersaing jadi juara, rasanya sang Landak belum mampu.

Minimal, ONIC harus membuktikan gameplay mereka punya peningkatan meski mengusung skuad yang sama dari sebelumnya.