Esports

Drama 'Toronto', Dua Tim Overwatch Ini 'Cakar-cakaran'!

Christian Ponto
20/11/2018 15:20 WIB
Drama 'Toronto', Dua Tim Overwatch Ini 'Cakar-cakaran'!
Toronto Memanas! Defiant 'Bayar' Blizzard, Uprising Gigit Jari!

Drama terbaru di esports global, khususnya dari scene Overwatch, kini melibatkan dua tim asal kota Toronto yang sama-sama merasa berhak untuk menggunakan label kotanya sebagai bagian dari nama tim masing-masing.

Satu tim, yang mengusung label nama Toronto Defiant, adalah penghuni baru di kompetisi liga pro Overwatch League (OWL) Season 2, sementara satunya lagi merupakan tim lawas yang berkecimpung kasta kompetisi lebih rendah, Toronto Uprising.

Dan bukannya berperan sebagai penengah dengan menawarkan solusi terbaik bagi kedua kubu, pihak Blizzard Entertainment malah secara terang-terangan membela Toronto Defiant, dan mengeluarkan bentuk ultimatumnya kepada Uprising agar segera menanggalkan label kota di tim tersebut, selambat-lambatnya dalam kurun waktu enam minggu ke depan. Pertanyaannya, apakah Blizzard punya hak menentukan nama tim, bahkan memaksakan tim tertentu untuk ganti nama?

"Kami telah dikontak oleh Blizzard dan mereka meminta kami untuk mencabut label 'Toronto' dari nama tim dalam tenggat waktu 6 minggu. Di tengah berjalannya Contenders Season 3," cuitan resmi dari Toronto Esports Club, sebagai pemilik klub Uprising, yang merespon isu perselisihan label nama kota. "Alasannya yang diungkapkan: @TorontoDefiant telah membayar 'hak eksklusif pemberian nama'. Kami akan meninggalkan Overwatch, efektif secepatnya."

Apakah asal-muasal dari perselisihan tersebut? Overwatch League merupakan kompetisi liga yang mempertandingkan model franchise bagi setiap tim pesertanya, sehingga mengharuskan tim ataupun organisasi esports tertentu untuk membayar sejumlah uang demi slot bertanding di dalamnya. Musim pertama OWL bisa dibilang sukses besar hingga berakhir beberapa bulan lalu.

Kini, jelang pembukaan OWL Season 2 yang rencananya berlangsung bulan Februari depan, akan ada penambahan tim hingga jumlah total pesertanya jadi 20 tim. Salah satu pendatang barunya adalah Toronto Defiant, yang konon telah mengeluarkan dana hingga mencapai US$35 juta untuk bisa menjadi bagian dari musim keduanya.

Nah, keunikan lain dari Overwatch League, yang membedakannya dengan kompetisi esports reguler lain, adalah model kompetisi mirip halnya NBA di AS yang mana tim pesertanya memilih salah satu kota besar sebagai basis markasnya. Tidak lazim di esports, namun liga pro olahraga secara global memakainya, contoh saja di Indonesia sejak zaman dahulu mengenalnya dengan liga sepakbola perserikatan, yang mencakup klub berbasis pemda atau pemkot sebagai organisasi yang menaunginya.

Defiant sendiri sebenarnya organisasi esports yang tergolong baru dan berumur kurang dari sebulan, sedangkan kubu Uprising merupakan klub senja yang sudah berdiri sejak bertahun-tahun dan berkompetisi di Contenders, liga tier rendah di Overwatch.

Lebih menggelikan lagi ketika sang presiden dari Toronto Esports Club (atas nama Uprising), memiliki usulan menarik untuk menyelesaikan perselisihan ini secara 'jantan', yakni menggelar 'show match' atau bahasa halusnya, pertandingan persahabatan, di mana kedua tim (Defiant vs Uprising) melakukan duel 'hidup-mati' untuk menentukan tim yang secara sah dapat mengusung label kota 'Toronto' dalam nama timnya.

Sayang ya, dua tim asal kota yang sama malah terlibat percekcokan seperti ini, bahkan bisa berujung sampai 'cakar-cakaran' begitu, padahal seyogianya keduanya bisa mencari solusi bersama dan menemukan kesepakatan terbaik. Misalnya dengan menggabungkan kekuatan pemain, terlebih keduanya berkompetisi di satu wadah game sama, yang malah bisa berdampak positif bagi tim berbasis di Toronto tersebut.

Jadi, menurut Sobat Esports, tim manakah yang lebih berhak memakai label kota Toronto di nama timnya? Apakah Blizzard sudah melakukan hal yang benar dengan lebih berpihak ke Defiant, tentunya setelah menerima 'uang tips' yang segitu besarnya? Bijak kah langkah yang diambil oleh Uprising untuk membubarkan timnya dan mundur dari kompetisi yang tengah berlangsung hanya gara-gara masalah ini?